Assalamualaikum,sobat... KETEMU LAGI,jangan bosan
ya...edisi blog kali ini akan diisi dengan mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.
Artikel yang saya sharing dibawah ini mungkin kalian sudah paham,tapi tidak
masalah kalau diingatkan kembali....dan ini kewajiban saya juga sebagai
mahasiswa untuk mengerjakan tugas dari dosen saya... tak usah panjang lebar
silahkan di baca ya artikel dibawah ini... ^.^
Pertumbuhan
penduduk suatu negara secara umum dipengaruhi oleh faktor-faktor demografis
(yang meliputi kelahiran, kematian dan migrasi) serta faktor nondemografi
(seperti kesehatan dan tingkat pendidikan). Berikut ini dibahas faktor-faktor
demografi yang memengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran, kematian, dan
migrasi.
1. Kelahiran (Natalitas/Fertilitas)
Secara umum angka kelahiran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu angka kelahiran kasar, angka kelahiran khusus, dan angka kelahiran umum.
a) Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR). Angka kelahiran kasar yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi setiap 1.000 penduduk. CBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini.
CBR = L : P × 1.000
Keterangan :
CBR : Crude
Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
L : Jumlah
kelahiran selama 1 tahun
P : Jumlah
penduduk pada pertengahan tahun
1.000 :
Konstanta
Kriteria angka kelahiran kasar (CBR) di bedakan menjadi tiga macam.
- CBR
< 20, termasuk kriteria rendah
- CBR
antara 20 – 30, termasuk kriteria sedang
- CBR
> 30, termasuk kriteria tinggi
b) Angka
kelahiran khusus (Age Specific Birth Rate/ASBR). Angka kelahiran khusus yaitu
angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi setiap 1.000 penduduk wanita
pada kelompok umur tertentu. ASBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini.
ASBR = Li : Pi × 1.000
Keterangan:
ASBR: Angka kelahiran khusus
Li : Jumlah
kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu
Pi : Jumlah
penduduk wanita umur tertentu pada pertengahan tahun
1.000 :
Konstanta
c) Angka
kelahiran umum (General Fertility Rate/GFR). Angka kelahiran umum yaitu angka
yang menunjukkan banyaknya kelahiran setiap 1.000 wanita yang berusia 15 – 49
tahun dalam satu tahun. GFR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut
ini.
GFR = L : W(15 - 49) × 1.000
Keterangan:
GFR = Angka kelahiran umum
L = Jumlah
kelahiran selama satu tahun
W(15 – 49) =
Jumlah penduduk wanita umur 15 – 49 tahun pada pertengahan tahun.
1.000 =
Konstanta
Besar kecilnya angka kelahiran (natalitas) dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini faktor pendorong dan faktor penghambat kelahiran.
1) Faktor pendorong kelahiran (pronatalitas)
- Anggapan
bahwa banyak anak banyak rezeki.
- Sifat
alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan.
- Pernikahan
usia dini (usia muda).
- Adanya
anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, jika dibandingkan
dengan anak perempuan, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak
laki-laki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki.
- Adanya
penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum
memiliki anak akan berupaya bagaimana supaya memiliki anak.
2) Faktor
penghambat kelahiran (antinatalitas)
- Adanya
program Keluarga Berencana (KB).
- Kemajuan
di bidang iptek dan obat-obatan.
- Adanya
peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjungan anak bagi PNS.
- Adanya
UU perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan.
- Penundaan
usia pernikahan karena alasan ekonomi, pendidikan dan karir.
- Adanya
perasaan malu bila memiliki banyak anak.
2 . Angka Kematian (Mortalitas)
Angka kematian dibedakan menjadi tiga macam yaitu angka kematian kasar, angka kematian khusus, dan angka kematian bayi.
1) Angka kematian kasar (Crude Death Rate/CDR). Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk dalam waktu satu tahun. CBR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.
CDR = M : P × 1.000
Keterangan:
ASDR = Angka kematian kasar
M = Jumlah
kematian selama satu tahun
P = Jumlah
penduduk pertengahan tahun
1.000 = Konstanta
Kriteria
angka kematian kasar (CDR) dibedakan menjadi tiga macam.
- CDR
kurang dari 10, termasuk kriteria rendah
- CDR
antara 10 – 20, termasuk kriteria sedang
- CDR
lebih dari 20, termasuk kriteria tinggi
2) Angka
kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR). Angka kematian khusus yaitu
angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur
tertentu dalam waktu satu tahun. ASDR dapat dihitung dengan menggunakan rumus
berikut ini.
ASDR = Mi :
Pi × 1.000
Keterangan:
ASDR = Angka kematian khusus
Mi = Jumlah
kematian pada kelompok umur tertentu
Pi = Jumlah
penduduk pada kelompok tertentu
1.000 =
Konstanta
3) Angka
kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR). Angka kematian bayi yaitu angka yang
menunjukkan banyaknya kematian bayi (anak yang umurnya di bawah satu tahun)
setiap 1.000 kelahiran bayi hidup dalam satu tahun. IMR dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut ini.
IMR = Jumlah kematian bayi umur < 1 tahun dibagi Jumlah kelahiran bayi hidup × 1.000
Keterangan:
Kriteria angka kematian bayi dibedakan menjadi berikut ini.
- IMR
kurang dari 35, termasuk kriteria rendah
- IMR
antara 35 sampai 75, termasuk kriteria sedang
- IMR
antara 75 sampai 125, termasuk kriteria tinggi
- IMR
lebih dari 125, termasuk kriteria sangat tinggi
Tinggi
rendahnya angka kematian penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor
pendorong dan faktor penghambat.
1) Faktor pendorong kematian (promortalitas)
- Adanya
wabah penyakit seperti demam berdarah, flu burung dan sebagainya.
- Adanya
bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.
- Kesehatan
serta pemenuhan gizi penduduk yang rendah.
- Adanya
peperangan, kecelakaan, dan sebagainya.
- Tingkat
pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat.
2) Faktor
penghambat kematian (antimortalitas)
- Tingkat
kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat yang sudah baik.
- Negara
dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan.
- Adanya
kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam penyakit dapat
diobati.
- Adanya
pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak melakukan
tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain, karena ajaran agama melarang
hal tersebut.
3 . Migrasi
Migrasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi angka pertumbuhan penduduk. Migrasi adalah perpindahan penduduk. Orang dikatakan telah melakukan migrasi apabila orang tersebut telah melewati batas administrasi wilayah lain.
Migrasi keluar adalah keluarnya penduduk dari suatu wilayah menuju wilayah lain dan
bertujuan untuk menetap di wilayah yang didatangi.
Migrasi masuk adalah masuknya penduduk dari wilayah lain ke suatu wilayah dengan tujuan menetap di wilayah tujuan.
Berikut ini
perbedaan migrasi keluar dan migrasi masuk:
Migrasi
keluar adalah orang yang melakukan migrasi ditinjau dari daerah asalnya,
sedangkan migrasi masuk adalah orang yang melakukan migrasi ditinjau dari
daerah tujuannya.
Tabel perkembangan
penduduk di dunia
Tabel Perkembangan Penduduk di
Indonesia
Perkembangan Kebudayaan di
Indonesia
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat
batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar,
misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa,
Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini
tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Berdasarkan
penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa
kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi
berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai
besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan
Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke
Filipina.
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia
pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk
mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan
mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk
mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka
perlukan.
Ciri
– ciri zaman batu muda :
1.
Mulai menetap dan membuat rumah
2.
Membentuk kelompok masyarakat desa
3.
Bertani
4.
Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari
Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan
menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata
tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke
Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat
dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya
ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan
Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat.
Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh
dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme
masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni
bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti
tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa
Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan,
Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di
Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik
penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama
Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada
wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam
ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke
Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai
surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan
kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara
yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung
Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa
Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan
negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan
golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan
menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu,
agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di
daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera
Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap
corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan
Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum
kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda.
Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan
pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul
bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama,
dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku
berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh,
dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan
rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa
Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat
Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak
kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45
ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan
budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang
dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat
kemanusiaan bangsa Indonesia
Sumber :
Nahh..
mungkin setelah membaca artikel diatas,sobat bisa mengenai Perkembangan penduduk di Indonesia maupun di dunia,beserta faktor-faktornya.
Semoga bisa dipahami dan juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari..
jikalau soba ingin mendalami ilmu sosial dasar ini harus memiliki 3D
(Dibaca,Dipahami,dan Diterapkan) hehehehe..... semoga bermanfaat ilmunya...
Amin... sampai sini dulu sobat,tunggu artikel yang lainnya ya.. sedang dalam
perjalanan...
Wassalamualaikum..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar